𝗧𝗲𝗺𝘂𝗶 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮 𝗔𝗸𝘀𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗡𝗧𝗕 𝗦𝗲𝗻𝘁𝗶𝗹 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗦𝗣𝗣𝗚: 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗠𝗕𝗚 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗸𝗮𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗴𝗲𝗹𝗶𝗻𝘁𝗶𝗿 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴
Mataram, Sekilasinfontb.net.- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Miq Iqbal, menemui massa aksi yang menyuarakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 22 Juni. Dalam orasinya, Miq Iqbal menyampaikan peringatan terbuka kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menyimpang dari tujuan utama program.
Menurut Miq Iqbal, MBG merupakan program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, ia menegaskan program tersebut tidak boleh berubah menjadi instrumen untuk mengejar keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
“Program ini bukan untuk memperkaya segelintir orang,” kata Iqbal di hadapan massa aksi.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas berbagai keluhan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Sejumlah pihak menyoroti potensi praktik monopoli, ketimpangan akses, hingga dugaan pengambilan keuntungan berlebihan dalam rantai pelaksanaan program.
Miq Iqbal mengingatkan agar pengelola SPPG tidak memanfaatkan celah kebijakan untuk memperbesar margin keuntungan. Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan makanan, tetapi juga dari terjaganya prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.
Di hadapan peserta aksi, ia juga menyinggung potensi penyimpangan yang dapat terjadi apabila pengawasan tidak berjalan efektif. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam program diminta menjaga integritas dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Kalau ada yang bermain-main dalam program ini, sebaiknya istighfar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dan sorakan peserta aksi. Namun, di balik respons itu, persoalan tata kelola MBG masih menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah maupun masyarakat.
Miq Iqbal menegaskan Pemerintah Provinsi NTB akan terus memantau pelaksanaan program dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan harus bermuara pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, bukan menjadi ruang bagi praktik rente maupun monopoli.
“Tujuan program ini jelas, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jangan sampai niat baik negara justru diselewengkan oleh kepentingan-kepentingan sempit,” kata Bliau. (red).

Posting Komentar