Wagub NTB Umi Dinda Tinjau Langsung Jalan Terbelah di Parado
![]() |
| Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri (IDP) tinjau jalan Terbelah di Kecamatan Parado Kabupaten Bima |
Bima, Sekilasinfontb.net.- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri (IDP), meninjau langsung kondisi jalan provinsi yang terbelah akibat longsor di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima.
Kerusakan jalan tersebut diduga dipicu oleh derasnya aliran air dan tingginya intensitas curah hujan. Peninjauan dilakukan pada Jumat. 30 Januari 2026. Wagub NTB bersama rombongan dan sejumlah pemangku kepentingan Pemerintah Provinsi NTB menyusuri ruas jalan yang mengalami retak dan terbelah cukup parah.
“Kami meninjau langsung kondisi jalan yang terbelah. Insyaallah akan ditangani secepatnya,” ujar Indah Dhamayanti Putri.
PUPR Perkim NTB Ajukan Anggaran BTT untuk Perbaikan Darurat Longsor di Kecamatan Parado berdampak langsung pada infrastruktur jalan lintas Tente–Parado, tepatnya di Desa Pradowane. Ruas jalan tersebut dilaporkan retak dan terbelah sepanjang kurang lebih 100 meter, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi masyarakat dan distribusi barang antar wilayah.
Selain retakan di badan jalan, kondisi tanah di sekitar lokasi juga dinilai cukup labil. Air diduga masuk dari bagian bawah konstruksi jalan, menyebabkan penurunan tanah yang akhirnya memicu jalan terbelah.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Provinsi NTB telah mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan jalan provinsi tersebut.
Sekretaris Dinas PUPR Perkim NTB, Ilham Ardiansyah, mengatakan pengajuan anggaran BTT dilakukan sebagai langkah penanganan darurat menyusul bencana longsor yang dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Rencana perbaikan akan kami usulkan melalui anggaran BTT untuk penanganan darurat,” ungkap Ilham, Jumat (24/1/2026) kemarin.
Ilham memastikan ruas jalan yang rusak merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTB dan sebelumnya telah selesai dikerjakan pada tahun 2024. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tingginya curah hujan menjadi faktor utama penyebab kerusakan, yang diperparah dengan belum tersedianya sistem drainase khusus di lokasi tersebut.
“Kerusakan kemungkinan besar disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, sementara drainase khusus di lokasi belum tersedia,” jelasnya. (red).

Posting Komentar